Berhasil atau tidaknya suatu investasi properti tak hanya tergantung pada faktor lokasi. Jenis-jenis investasi properti juga membawa pengaruh bagus atau tidaknya cashflow suatu investasi. Hal ini berlaku di manapun, termasuk juga di Australia. Bila Anda tertarik berinvestasi properti di Australia, ada baiknya Anda melakukan riset sederhana tentang jenis-jenis properti yang tersedia sehingga tujuan investasi properti Anda tercapai.
Bila ingin ingin melakukan riset tanpa repot, membaca artikel ini adalah pilihan yang tepat. Karena, di sini akan dijelaskan tentang jenis-jenis investasi properti, kelebihan dan kekurangan dari tipe investasi properti tersebut. Seperti apa penjelasanya? Langsung simak aja artikel berikut ini.
Keuntungan Investasi Properti

Mungkin Anda bertanya-tanya, dari sekian banyak jenis investasi, mengapa memilih investasi properti? Padahal ada banyak pilihan yang memberi hasil dalam waktu yang cukup cepat. Berikut ini beberapa keuntungan investasi properti yang bisa dibilang sepadan dengan waktu penantiannya.
1. Capital Gain Cukup Tinggi
Apa itu capital gain? Capital gain merupakan selisih harga jual dikurangi harga beli. Salah satu hal yang membuat industri investasi properti bisa berbangga diri adalah harganya yang selalu naik dan inilah yang menyebabkan capital gain menjadi tinggi. Harga beli properti yang sekarang akan menjadi kenangan indah di masa depan karena selisih dengan harga jual akan jauh. Apalagi bila ada perkembangan wilayah di lokasi properti yang Anda beli, harganya akan semakin meningkat tajam.
2. Menjadi Sumber Penghasilan Pasif
Selain harga yang kian naik, memiliki satu atau berbagai jenis investasi properti bisa memberikan sumber penghasilan pasif, yaitu dari sistem sewa. Terlebih di Australia, terus terjadi peningkatan jumlah penduduk yang cukup signifikan
3. Syarat Mendapat Permanent Residence
Membeli properti di Australia memang tidak lantas membuat Anda otomatis jadi warga negara tersebut. Tetapi, ada beberapa negara bagian di Australia yang memberlakukan sistem berdasar poin dalam pengajuan permohonan permanent residence dan memiliki properti akan menambah banyak poin Anda. Sehingga, kemungkinan Anda mendapat permanent residence semakin besar.
Jenis-Jenis Investasi Properti

Berikut ini jenis-jenis properti yang bisa Anda pilih beserta apa saja faktor yang bisa mempengaruhi laju cash on return-nya.
1. Hunian
Properti jenis ini banyak dicari. Selain nilainya yang paling stabil dibanding jenis-jenis investasi properti yang lain, permintaan akan hunian keluarga juga akan terus naik. Karena itu, pilihlah investasi properti di negara-negara yang tingkat populasi yang tinggi seperti Australia. Di tahun 2022 ini, populasi di Austrlia sudah mencapai angka 25 juta penduduk lebih, dengan presentase kenaikan populasi sekitar 1.3% per tahun.
Kentungan lainnya dari berinvestasi properti hunian adalah harganya yang cenderung lebih terjangkau dari jenis lainnya. Apalagi, pemilik properti memiliki kewenangan untuk menanggungkan biaya pemeliharaan pada penyewa, sehingga biaya yang dikeluarkan pemilik jadi tak banyak. Tak heran, banyak ahli keuangan menyarankan jenis investasi properti ini untuk anak muda dan orang-orang yang baru pertama kali terjun ke dunia investasi properti. Contoh investasi properti jenis ini adalah rumah dan kondominium.
Kekurangannya sendiri adalah harganya lebih mahal daripada apartemen atau single unit lainnya di area yang sama. Serta, jenis ini kurang sesuai bagi investor yang berfokus ke penerimaan biaya sewa.
2. Tempat Tinggal Sementara
Tipe berikutnya dari pembahasan kita tentang jenis-jenis investasi properti adalah hunian sementara. Contoh model hunian tipe ini adalah kos-kosan bila di Indonesia dan apartment bila di luar negeri. Keuntungan investasi tipe ini adalah permintaan sewanya yang jauh lebih tinggi daripada jenis hunian keluarga. Bila fokus Anda ke cash flow, jenis ini adalah pilihan yang tepat!
Faktor yang sangat mempengaruhi besarnya keuntungan dari tipe properti hunian sementara adalah letaknya. Lokasi yang terletak di dekat pusat keramaian sangatlah potensial, seperti dekat dengan sekolah/universitas, kantor, bahkan tempat wisata. Tak cuma lokasi lokal, lokasi negara investasi juga sangat mempengaruhi. Berbicara mengenai harga sewa, kesalahan besar bila tidak menyinggung Australia.
Berdasar data statistik dari Australian Bureau of Statistics, permintan hunian perseorangan akan meningkat dari 25% menjadi hampir mencapai 27% sampai sekitar tahun 2041 nanti. Angka ini tentunya masih bisa lebih besar seiring dengan peningkatan jumlah populasi di sana.
Kelemahan properti jenis ini adalah hunian sementara memiliki capital gain atau selisih nilai jual yang lebih rendah dibandingkan penjualan rumah yang dilakukan di waktu yang sama. Selain itu, pemilik properti juga harus menanggung biaya pemeliharaan dan lain-lain terkait jenis bangunan tersebut.
3. Kantor

Jenis berikutnya adalah properti gedung kantor. Banyaknya wirausaha dan startup membuat properti kantor kian bersinar. Kunci utamanya tentu faktor lokasi. Semakin dekat dengan dengan pusat bisnis, maka harganya pun semakin mahal. Namun, jangan berkecil hati bila ternyata Anda mendapatkan lokasi yang jauh dari pusat bisnis atau perdagangan. Ada beberapa perusahaan yang siap menyewa kantor yang jauh dari pusat bisnis, tapi kantor tersebut memiliki tempat yang luas.
Dari jenis-jenis investasi properti lain, properti kantor cocok bagi mereka yang ingin mendapatkan pemasukan dari berbagai sumber. Satu gedung perkantoran dapat diisi beberapa kantor dan umumnya waktu sewa juga tidak sebentar. Satu kantor bisa menyewa minimal 3 tahun. Sungguh passive income yang sangat menjanjikan, bukan?. Pemilik juga bisa membuka jasa pemasangan billboard bila lokasi gedung perkantoran tersebut dekat dengan pusat keramaian.
Selain cocok bagi mereka yang ingin mendapat pemasukan dari berbagai sumber, gedung perkantoran juga cocok bagi investor yang sedang membangun portfolio properti yang beragam. Keberadaan jenis ini di portfolio seorang investor properti akan semakin mengukuhkan kredibilitasnya.
Namun, tak ada sesuatu yang sempurna. Seiring besarnya pemasukan yang diterima, besar pula biaya yang dibutuhkan bila Anda memiliki poperti ini. Biaya yang dibutuhkan untuk membangun gedung perkantoran cukuplah besar, ditambah lagi biaya pemeliharaannya yang juga tak sedikit. Pertimbangan soal uang juga lebih besar mengingat dari jenis-jenis properti lainnya, gedung perkantoran sangat mudah terpengaruh oleh laju ekonomi dan inflasi.
4. Manufaktur
Karakter dari properti manufaktur adalah tempatnya yang sangat luas dan besar. Perbedaanya dengan gedung perkantoran adalah properti untuk manfuktur lebih luas dan open space karena tempat biasanya digunakan untuk perakitan atau produksi. Bangunan jenis ini juga dapat digunakan untuk tempat penyimpanan
Keuntungan dari properti manufaktur daripada jenis-jenis investasi properti adalah permintannya yang tinggi dan serius. Banyaknya jumlah perusahaan yang membutuhkan tempat yang luas untuk produksi tidak sebanding dengan jumlah penyedia properti jenis ini. Jadi, bisa ditebak bila berinvestasi properti untuk manufaktur, kontrol harga berada di tangan Anda. Maka tak heran bila keuntungan sewanya cukup tinggi, yaitu antara 6 – 7.5 %.
Kelemahan dari jenis ini adalah target marketnya cukup kecil karena sangat segmented. Tak cuma lokasi cocok untuk properti industri. Karena itu saat memilih, mintalah ahli yang memiliki pengalaman di bidang properti dan bisnis agar Anda mendapat gambaran kira-kira tempat mana yang berpotensi bagus untuk jadi properti manufaktur.
5. Tempat untuk Ritel

Jenis yang satu ini hampir mirip dengan properti perkantoran: yaitu sama-sama memungkinkan Anda untuk mendapatkan pendapatan dari berbagai sumber dalam waktu yang bersamaan. Hanya saja, penyewa properti ritel kebanyakan tenant-tenant pedagang yang mana waktu penyewaannya tak selama kantor. Tapi, itu bukanlah masalah. Malah, target pasar Anda semakin luas dan banyak sehingga tak perlu tak memiliki penyewa.
Faktor yang mempengaruhi kesuksesan properti ritel adalah lokasi, tingkat kepadatan penduduk di sekitar lokasi properti, dan pertumbuhan ekonominya. Kekurangannya yaitu properti ini sangat dipengaruhi oleh keadaan ekonomi. Apabila laju ekonomi sedang tinggi, keuntungan yang didapat akan banyak karena jumlah penyewa juga banyak. Tapi, apabila ekonomi sedang lesu atau terjadi inflasi, maka kemungkinan jumlah penyewa akan jadi sedikit.
Sudah Menemukan Properti Terbaik untuk Investasi?
Itu tadi sekilas info mengenai jenis-jenis investasi properti beserta kelebihan dan kekurangannya. Agar tak rugi dan hasil yang didapat sesuai dengan harapan, riset mengenai berbagai tipe investasi akan sangat berguna. Sedihnya, tak semua orang punya cukup waktu luang untuk itu.
Bila Anda termasuk salah satu orang yang tak punya waktu untuk me-riset informasi-informasi tentang investasi properti, jangan khawatir karena ada kami. Kami, Opala, merupakan manajemen properti dan konsultan bisnis terpercaya yang sudah bertahun-tahun eksis di Australia.
Walau Anda awam sekali mengenai pengetahuan tentang properti, Anda bisa mengharap hasil yang Anda inginkan secara maksimal karena kami akan membantu dari awal sampai akhir. Anda tinggal duduk santai dan melakukan apa saja yang Anda suka, sementara kami mengembangkan nilai aset Anda.
Karena itu, tunggu apalagi? Hubungi kami segera!

